Proses
membuat kain Ecoprint
Proses
membuat kain Ecoprint
Dharma Wanita Persatuan Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Dharma Wanita Persatuan Cabang
Dinas Pendidikan Wilayah Pamekasan
Dharma Wanita Persatuan SMKN 1
pakong telah melaksanakan kegiatan,
Bidang : Pendidikan
Program : Pendidikan Nonformal
Kegiatan : Pelatihan
Keterangan Program :
1.
Penyelenggara : DWP SMKN 1
Pakong
2.
Hari / Tanggal : Selasa / 14 Oktober
2025
3.
Waktu : 08.00 WIB – Selesai
4.
Peserta : 11 Peserta
5.
Lokasi : Aula
SMKN 1 Pakong
6.
Acara : Pelatihan
Ecoprint
Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMKN 1 Pakong, melaksanakan kegiatan
Pelatihan Ecoprint sebagai bagian dari program bidang Pendidikan. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kreativitas anggota, meningkatkan
keterampilan tangan, serta mendukung gerakan ramah lingkungan melalui
pemanfaatan bahan-bahan alam yang mudah diperoleh di sekitar kita.
Kegiatan ini diselenggarakan di Aula SMKN 1 Pakong pada hari Selasa
tanggal 14 Oktober 2025 dengan menghadirkan narasumber utama, Ibu Rifkiyatul
Muharram, sekaligus Owner Rihana Handycraft, yang telah berpengalaman dalam
bidang kerajinan ecoprint berbahan alami. Acara dihadiri oleh Sebagian pengurus
dan anggota DWP SMKN 1 Pakong.
Pukul 08.00 WIB acara dibuka oleh ibu Fitriyah sebagai pembawa acara,
kemudian sambutan wakil ketua DWP SMKN 1 Pakong, ibu Megawati Kartikasary. menyampaikan
bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi anggota
DWP agar lebih produktif dan kreatif. Ecoprint tidak hanya bernilai seni
tinggi, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikembangkan
menjadi produk kerajinan atau fesyen yang bernilai jual. Selanjutnya pengantar
dari narasumber ibu Rifkiyatul Muharram yang menjelaskan konsep dasar ecoprint
serta alat dan bahan yang digunakan. Selanjutnya peserta dibagi menjadi
beberapa kelompok kecil untuk melakukan praktik langsung. Narasumber memberikan
pendampingan dalam enam tahapan penting pembuatan ecoprint, yaitu mulai dari Scouring,
Proses awal untuk melepaskan sisa bahan kimia dari kain dengan cara mencuci
kain menggunakan air dan detergen agar warna daun dapat menempel sempurna.
Tahap yang kedua Mordanting, atau Tahap “marinasi” kain untuk membuka
pori-pori dan merangsang warna daun keluar. Peserta mencampurkan bahan seperti
tawas, tunjung, soda kue, dan cuka masak sesuai takaran, kemudian merendam kain
selama 3 jam sebelum dijemur hingga kering. Tahap ketiga Printing, Peserta
membasahi kain dengan larutan kapur gamping kemudian diperas hingga tiris,
menata daun sesuai selera, menutupnya dengan kain berwarna alami, lalu
menggulungnya menggunakan besi dan selang benang sebelum diikat kuat dengan
plester. Selanjutnya tahap Pengukusan, Kain yang sudah digulung kemudian
dikukus selama kurang lebih 2 jam dalam
air mendidih hingga warna daun berpindah ke kain. Sambil menunggu kain dikukus,
ibu Rifkiyatul Muharram Kembali memaparkan materi secara rinci tentang tiap
tahapan ecoprint, macam Teknik pembuatan ecoprint, dan ternyata jenis bahan
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil akhir. Setelah 2 jam, Peserta
kemudian membuka hasilnya dalam keadaan panas agar plastic dan plester tidak
menempel pada kain. Tahap kelima Oksidasi, Kain hasil cetak dibiarkan
“beristirahat” untuk memberikan waktu pada kain agar warna menempel kuat dan
tidak mudah luntur. Tahap terakhir Fiksasi, Tahap penguncian warna. Kain
direndam dalam air yang telah dicampur pelembut pakaian selama 5 menit,
kemudian diperas. Jika air perasan tidak berwarna, artinya warna sudah terkunci
dengan baik. Setelah semua tahapan selesai, kain dijemur dan disetrika untuk
hasil akhir.
Kegiatan pelatihan ecoprint berjalan dengan lancar dan penuh antusias.
Peserta memperoleh pengalaman baru dalam menciptakan karya seni ramah
lingkungan dengan teknik sederhana namun bernilai tinggi. Melalui pelatihan
ini, anggota DWP SMKN 1 Pakong tidak hanya menambah keterampilan baru, tetapi
juga membuka peluang usaha kreatif yang dapat dikembangkan di masa depan.
0 Komentar